Everyday I Smile
Home    Page    Ask    Submit
Mau Djaya Jangan Resah

EXPERIENCE     MUSIC I LIKE     PHOTOS     WHATEVER     SOUNDCLOUD     TWITTER     

Waspadai 5 Tipe Klien Berikut! | Ruang Freelance

Klien Plin-Plan

Terkadang, kita menemukan klien yang sebenarnya dia sendiri bingung apa yang dia butuhkan sehingga dia sering mengubah pikirannya. Tipe yang satu ini mungkin akan sulit dikendalikan. Bisa jadi Anda sering mendapat revisi karena klien ingin menambahkan, mengubah, atau malah membatalkan. Mereka tidak ragu untuk melakukan hal ini karena merasa punya kendali atas proyek tersebut Terkadang alasan yang dikemukakan tidak masuk akal.

Klien Irit

Lebih sadis dari melakukan kekerasan secara fisik, tapi mental freelancers.Tipe irit ini di awal perjanjian akan meminta Anda menyebutkan harga yang Anda inginkan. Kemudian, dia pasti akan menawar harga tersebut sampai setengah harga bahkan kurang. Alasannya pasti “Masa gini doang harganya segitu, anak saya juga bisa!” namun Anda jangan langsung tersulut emosi dengan mengatakan “Kalau gitu, anak Bapak saja yang kerjakan!”. Memang kita perlu memberikan mereka hak untuk menawar. Akan tetapi, setiap pekerjaan yang kita lakukan tentu perlu dihargai dengan adil. Ingat, Freelancers (bisa) Mahal loh! 

Klien Cerewet

Klien tipe cerewet ini biasanya mempunyai ciri: jika bertanya bertele-tele, pencari kesalahan, banyak maunya dan terkadang sok tahu. Ketika dia bertanya dia malah kebingungan sendiri. Ketika dia ingin melakukan koreksi terkadang alasan yang dikemukakan tidak masuk akal cenderung seperti mencari kesalahan dan mengatakan pekerjaan kita tidak benar dan tidak sesuai ekspektasi mereka. Tipe ini biasanya memiliki standar yang tinggi, perfeksionis, dan detail. Di satu sisi, mereka akan membantu dengan ke-detail-annya namun di sisi lain mereka tidak membantu dengan ke-bawel-annya.

Klien Kurang Bersahabat

Awal bertemu, mereka ini sudah memasang muka tidak bersahabat bisa dibilang sombong. Biasanya berasal dari perusahaan besar yang memandang pekerjaan sebagai freelancer tidak sebanding dengan pekerjaan mereka. Tipe seperti ini yang biasanya akan bermasalah ketika kontrak akan berakhir, menghindari pembayaran dan sulit dihubungi ketika kita sedang membutuhkannya.

Klien Iseng

Ada dua tipe yang iseng. Pertama, tipe yang akan bertanya-tanya mengenai harga Anda lalu keputusan akhirnya “nanti ya dikabarin lagi” itu berarti dia sedang mencari harga yang paling murah tidak memikirkan kualitas. Kedua, tipe yang tidak tahu batasan. Bisa jadi menggoda Anda melakukan kejahatan (korupsi nilai proyek) atau menghubungi Anda tiba-tiba di luar jam kerja (tengah malam).

"Mau Djaya Jangan Resah" theme by #MDJR. Powered by Mbie.

Mau Djaya Jangan Resah™.